Jumat, 17 September 2010

Sensor Suhu LM35

Pada entri ini saya akan menjelaskan secara lanjut tentang Sensor Suhu LM35 karena sensor ini sangat banyak digunakan oleh banyak orang.

Sensor LM35 seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah sensor yang berupa komponen yang kecil seperti Transistor (TO-92). Sensor ini memiliki 3 buah kaki. Sensor suhu LM35 lebih mudah digunakan daripada sensor yang lainnya karena dapat mengukur suhu hingga 100 derajad Celcius. Tegangan keluaran yang terskala linear dengan suhu terukur, yakni 10 milivolt / 1 derajad Celcius. 

Cara penggunaan IC LM35 adalah kaki pertama digunakan untuk sumber dayanya kemudian kaki kedua berfungsi sebagai output kemudian kaki ketiganya digunakan sebagai ground. Kemudian sensor ini juga memiliki self heating yang rendah daripada sensor suhu yang lainnnya yaitu 0.08 derajad Celcius.

Karakteristik dari IC LM35 adalah : 
1. Dapat dikalibrasi langsung ke Celcius
2. Memiliki faktor skala linier sebesar +10mV/derajad C
3. Memiliki tingkat akurasi sebesar 0.5 derajad Celcius ketika suhu kamar 25 derajad Celcius
4. Jangkauannya berkisar antara -55 derajad Celcius sampai 150 derajad Celcius
5. Pada tegangan 4volt sampai 30volt baru bisa digunakan.

Karena sensor suhu mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan. Tegangan ideal yang keluar dari sensor LM35 memiliki perbandingan antara 100 derajad Celcius sama dengan 1volt tegangan. Sensor ini juga dapat dihubungkan ke rangkaian elektronika yang lain dengan mudah.

Contoh alat yang menggunakan LM35 berikut di lampirkan dengan linknya :
2. Alat pengukur Kadar Air (http://kemahasiswaan.um.ac.id/?p=1923)


Berikut ini adalah link untuk melihat datasheet dari LM35 yang bersumber dari National Semi Conductor
http://www.alldatasheet.com/datasheet-pdf/pdf/8866/NSC/LM35.html


Senin, 30 Agustus 2010

Penjelasan Tentang Macam-macam Sensor Suhu

A. Bimetalic Temperature Sensor


Sensor ini memiliki 2 buah logam yang telah disatukan. Cara kerja dari BTS adalah tiap logam dari BTS mempunyai koefisien yang berbeda-beda. Maka dari itu jika lempengan logam tersebut dipanaskan maka lempengan tersebut akan melengkung.
BTS dapat ditemukan di setrika yang sering digunakan. Jika panas dari setrika sudah mencapai batas maksimumnya maka setrika akan menurunkan suhunya.


Gambar :


















B. Thermocouple


Thermocouple dibuat dari logam yang kedua ujungnya diberi perbedaan suhu dan menghasilkan tegangan.


Thermocouple dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :


1. Tipe K (Chromel(Ni-Cr alloy) / Alumel (Ni-Al alloy)) 
Thermocouple yang lebih murah dari yang lain. Rentang suhunya antara lain -200 C hingga +1200 C


2. Tipe E (Chromel / Constant (Cu-Ni Alloy)) 
Thermocouple yang memiliki keluaran yang besar. Cocok digunakan pada temperatur rendah.

3. Tipe J (Iron/Constant)
Rentang suhunya antara lain -40 C hingga +750 C .

4. Tipe N (Nicrosil (Ni-Cr-Si Alloy) / Nisil (Ni-Si Alloy))
 Dapat digunakan di pengukuran suhu yang tinggi tanpa platinum. Mampu mengukur suhu di atas 1200 C.

5. Type B (Platinum-Rhodium / Pt-Rh)
Mampu mengukur suhu diatas !800 C. Pada tipe B tidak dapat digunakan untuk pengukuran di bawah 50 C.

6. Type R (Platinum / Platinum with 7% Rhodium)
Mampu mengukur suhu diatas 1600 C. Pada type R biayanya mahal sehingga tidak dapat digunakan pada tujuan yang biasa.

7. Type T (Copper / Constant)
Rentang suhunya antara lain -200 C hingga 350 C. Memiliki konduktor positif yang terbuat dari tembaga dan negatifnya terbuat dari constantan.

8. Type S (Platinum / Platinum with 10% Rhodium)
Mampu mengukur suhu diatas 1600 C. Biayanya juga tinggi sehingga tidak dapt digunakan untuk tujuan umum. Type S ini digunakan sebagai pengukuran titik leleh emas (1064.43 C)


C. Thermistor


Thermistor memiliki sifat yang mampu mendeteksi perubahan suhu menjadi perubahan hambatan (resistansi).

Thermistor terdiri dari 2 macam yaitu :

1. Posistor (PTC = Positive Temperature Coefficient)
Sifat dari PTC adalah jika perubahan suhu naik maka nilai tahanan pada PTC akan naik.

2. Nesistor (NTC = Negative Temperature Coefficient)
Sifat dari NTC adalah jika perubahan suhu turun maka nilai tahanan pada NTC akan turun.










































D. Resistance Temperature Detector (RTD)


RTD adalah sensor yang mengubah data pembacaan suhu menjadi hambatan atau resitansi.
Unsur-unsur RTD terdiri dari bahan murni yang hambatannya telah didokumentasikan.

RTD adalah salah satu sensor suhu yang memiliki keakuratan yang sangat tinggi,memberikan stabilitas yang tinggi, dan juga memiliki kekebalan terhadap gangguan listrk sehingga lebih cocok digunakan pada perindustrian.


Bahan-bahan yang digunakan pada RTD adalah :
1. Platinum
2. Nikel
3. Tembaga
4. Balco (optional)
5. Tungsten (optional)
E. Integreted circuit Temperature Sensor

Pada bagian ini dapat diketahui bahwa Sensor suhu juga dapat berupa IC atau Integereted Circuit. Contohnya adalah LM35.


Sensor suhu LM35 ini dapat mengukur suhu hingga 100 C dan memiliki keluaran sebesar 10 milivolt per 1 derajat Celcius.LM35 juga biasa digunakan untuk membuat termometer badan digital dan dibuat sebagai alat eksperimen atau percobaan.


























Minggu, 29 Agustus 2010

Sensor Suhu

Pada entri ini akan dijelaskan tentang Sensor Suhu.
Sensor suhu adalah sensor . detektor yang dapat mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan.

Kegunaan dari sensor suhu adalah:
1. Dapat mengetahui suhu dalam suatu ruangan.
2. Dapat diimplementasikan dengan alat lain seperti pada ac. Contohnya jika suhu ruangan melebihi nilai maksimum   
    pada sensor suhu makan ac akan menyala.

Sensor suhu memiliki 4 jenis yaitu :
1. Bimetalic Temperature Sensor = Sensor ini dapat mengubah besaran suhu menjadi gerakan.
2. Thermocouple = Sensor ini dapat mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan.
3. Thermistor = Sensor ini dapat mengubah data pembacaan suhu menjadi resistansi atau hambatan
4. Resistance temperature detector = Sensor ini juga dapat mengubah data pembacaan suhu menjadi resitansi atau 
    hambatan
5. Integreted circuit temperature sensor = Sensor ini dapat mengubah besaran suhuh menjadi keluaran yang berupa 
    tegangan listrik

Rabu, 25 Agustus 2010

Detektor

Pada saat sekarang ini sangat banyak kejadian yang membutuhkan alat pendeteksi atau DETEKTOR. Seperti kejadian gas meledak yang sedang marak terjadi pada saat ini. Masyarakat harus bisa waspada dengan kejadian ini. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti salh satu contohnya adalah dapat memasang DETEKTOR Asap pada rumah. pasti kita bertanya-tanya apakah yang dimaksud dengan DETEKTOR.

Yang dimaksud dengan DETEKTOR dapat dikatakan sebagai pendeteksi / pelacak terhadap suatu benda.
Seperti pada pendeteksi barcode yang dapat ditemukan di minimarket atau supermarket. 

Alat-alat pendeteksi(detektor) ada banyak macam seperti : 
1. Detektor Suhu (Sensor Suhu)
2. Detektor Asap (Sensor Asap)
3. Detektor Panas (Sensor Panas)
4. Detektor Cahaya (Sensor Cahaya) dll

Masing-masing dari detektor diatas punya kegunaan masing-masing,seperti sensor suhu dapat mendeteksi suhu, sensor asap dapat mendeteksi asap, sensor panas dapat mendeteksi panas, sensor cahaya dapat mendeteksi cahaya.